hit counters
hit counter

Archive for February, 2008

Kalbe.co.id - Norovirus yang sangat menular, sering disebut flu lambung (stomach flu) terbukti dapat menular melalui kontak dengan alat-alat yang digunakan bersama oleh banyak orang seperti keyboard dan mouse komputer. Virus yang lazim ada di musim dingin dan menjadi penyebab paling sering penyakit muntah dan diare, seringkali mengenai sekolah-sekolah, tempat kerja dan kapal-kapal pesiar di Amerika. Sebuah laporan yang dirilis oleh CDC’s Morbidity and Mortality Weekly, AS pada 4 Januari 2008 menyebutkan bahwa wabah norovirus yang menyerang sebuah SD di Washington DC ternyata ditularkan melalui perlengkapan komputer yang terkontaminasi. Dalam serangan wabah tersebut, dari 314 siswa dan 66 staf sekolah tersebut, 103 terkena infeksi norovirus (79 siswa dan 24 staf). Untuk menemukan sumber penularan, dilakukan pemeriksaan sampel yang diambil dari berbagai tempat yang dicurigai di sekitar sekolah. Ternyata, sampel yang diambil dari keyboard dan mouse komputer di salah satu ruang sekolah tersebut positif virus norovirus. Norovirus dilaporkan pertama kali mewabah di Norwalk, Ohio, tahun 1968. Oleh karena itu, sebelumnya virus ini dinamakan “Norwalk Virus”. Diperkirakan sekitar 23 juta kasus flu lambung akibat norovirus terjadi setiap tahun di Amerika Serikat. Sedangkan, angka kejadian flu lambung akibat norovirus di Indonesia tidak diketahui. Penderita yang terkena flu lambung akan mengalami gejala mual, muntah, diare atau kram dan nyeri perut. Gejala lain yang mungkin timbul adalah badan meriang, sakit kepala, nyeri otot, dan rasa kelelahan di seluruh badan. Penderita flu lambung seringkali terlihat sangat sakit, disertai dengan muntah dan diare hebat. Pada penderita yang tidak bisa minum, dapat terjadi dehidrasi. Untuk mengatasinya diperlukan infus cairan dalam jumlah yang cukup. Untungnya, walaupun gejala yang diderita cukup berat, penyakit ini akan sembuh sendiri dan gejala biasanya membaik setelah satu atau dua hari. Namun demikian, virus ini dapat mengancam jiwa bayi, orang tua dan mereka yang sistem imunnya menurun. Sampai saat ini, pengobatan flu lambung belum ditemukan. Belum ada antivirus yang dapat mengatasi norovirus dan belum ada vaksin yang dapat mencegah timbulnya norovirus. Antibiotik biasanya tidak berguna, karena antibiotik hanya dapat membunuh bakteri, bukan virus. Oleh karena itu, pengobatan hanya ditujukan pada gejala yang timbul, yaitu untuk mengatasi muntah, diare, sakit kepala, dan kekurangan cairan. Langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari flu lambung adalah : Mencuci tangan, terutama setelah dari kamar kecil, mengganti popok, sebelum makan, atau saat menyiapkan makanan. Mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi dan memasak tiram sampai matang. Membersihkan dan mendesinfeksi peralatan atau benda-benda yang diperkirakan terkontaminasi norovirus. Segera melepaskan pakaian dan mencucinya dengan air hangat dan sabun jika benda tersebut diperkirakan terkontaminasi norovirus. Bersihkan lantai atau kamar kecil dari muntahan atau tinja penderita flu lambung. Jika perlu gunakan larutan desinfektan.

Comments No Comments »

Para ilmuwan dari Aberdeen’s Rowett research Institute telah menunjukkan bahwa diet protein tinggi, karbohidrat rendah adalah yang paling efektif dalam menurunkan rasa lapar dan membantu menurunkan berat badan, paling tidak dalam jangka pendek. Kerja mereka telah dipublikasikan di dalam American Journal of Clinical Nutrition edisi Januari 2008.

Pria obes sehat diberi dua diet berbeda selama tinggal di institut. Kedua diet mempunyai kandungan protein tinggi (30% angka energi total dari diet), tapi berbeda dalam jumlah karbohidrat : satu diet rendah karbohidrat (4%) dan yang lain mengandung jumlah sedang karbohidrat (35% angka energi total).

Dr. Alex Johnstone, ahli penurun berat badan yang memimpin studi ini mengatakan bahwa para relawan menemukan kedua diet dalam jumlah sebanding, tapi mereka rasa lapar berkurang pada diet protein tinggi-rendah karbohidrat dibandingkan diet yang mengandung protein tinggi tinggi tapi jumlah karbohidrat sedang. Penurunan berat selama 2-4 minggu periode studi lebih besar pada diet protein tinggi-rendah karbohidrat, rata-rata 6,3 kg per orang, dibandingkan 4,3 kg pada diet karbohidrat sedang.

Bagian penting studi ini adalah membongkar seluk beluk mekanisme fisiologis di balik diet tipe ini. Telah diketahui bahwa ketika seseorang makan diet karbohidrat rendah, dalam waktu relatif singkat tubuhnya mengalihkan penggunaan glukosa sebagai bahan bakar menjadi sesuatu yang berbeda yang disebut badan-badan keton. Badan-badan keton ini adalah penekan nafsu makan dan mereka dapat mempunyai efek terhadap pusat nafsu makan di otak. Telah diketahui juga bahwa protein ini sangat baik untuk membuat orang merasa kenyang.

Dr. Johnstone mengatakan bahwa dalam studi ini mereka menunjukkan bahwa sukarelawan dengan diet protein tinggi- karbohidrat rendah mengalami ketogenik antara 1-2 hari awal diet ini sehingga diet protein tinggi-karbohidrat rendah efektif karena efek kombinasi protein dan badan-badan keton. Para relawan dengan diet ketogenik mengurangi asupan energi tanpa meningkatkan rasa lapar mereka dan hal ini adalah faktor yang sangat penting agar mereka mampu bertahan dalam diet.

Dr. Johnstone mengingatkan dalam temuannya bahwa ada tulisan yang dipublikasikan tahun lalu dari studi yang sam menunjukkan bahwa diet karbohidrat rendah memliki konsekuensi bagi kesehatan pencernaan akibat penurunan dramatis sejumlah tipe tertentu bakteri. Jadi, mereka akan melihat kembali lebih detil dari diet ini sebelum diet kateogenik karbohidrat rendah ini sebagai alat yang cocok bagi semua orang yang menginginkan mengurangi berat badan.

Comments No Comments »

Pemberian levocarnitine pada pasien-pasien dialisis ternyata dapat memberikan manfaat; pernyataan ini diberikan setelah suatu studi yang dilakukan oleh Universitas Minnesota di Minneapolis menunjukkan hasil bahwa pemberian levocarnitine setidaknya 1 bulan sekali dapat menurunkan lama perawatan di rumah sakit dari rata-rata 15 hari menjadi 10 hari. Carnitine adalah asam amino yang disintesa tubuh dari lysine dan methionine. Carnitine ini bertanggung jawab untuk transport asam lemak rantai panjang ke dalam sel sel mitokondria dan berperan dalam metabolisme energi tubuh, selain itu tak kalah pentingnya dalam mengangkut zat zat toksik seperti detergent-like acyl group dari sel.

Peranannya memiliki dampak dalam menghasilkan energi dari pembakaran lemak, terutama pada otot (termasuk otot jantung) dan juga mencegah perlemakan pada sekeliling organ vital. Carnitine alami ditemukan dalam daging merah, sedangkan carnitine sintetik (L-Carnitine / levocarnitine) dikembangkan melalui teknologi sintesis bakteri. Kadar carnitine pada pasien hemodialisis sering rendah karena ikut terbuang pada saat proses hemodialisis. Berbagai studi yang ada sebelumnya menunjukkan bahwa levocarnitine berpengaruh dalam menjaga stabilitas eritrosit sehingga angka survival eritrosit dapat ditingkatkan sehingga semakin meningkatkan terapi EPO dan memperbaiki profil hematologi pasien-pasien PGK.

Studi restropektif yang telah dipublikasikan pada American Journal of Kidney Disease 2007 ini dikepalai oleh dokter Eric D.Weinhandl mengumpulkan data terhadap 220.000 pasien dialisis dari tahun 1998-2003. Dari pasien-pasien tersebut didapatkan 3-7 % dari mereka menerima levocarnitine sedikitnya selama sebulan untuk satu tahun, pasien-pasien ini memiliki usia lebih tua, dengan komorbiditas yang lebih berat dan memerlukan terapi EPO dengan dosis yang lebih tinggi.

Ternyata pasien yang mendapat sedikitnya 1 gram levocarnitine setiap sesinya untuk 10 atau lebih sesi dialisis selama dirawat di rumah sakit dapat mengurangi hari perawatan hingga 10,8 % dan pada tahun berikutnya dapat mengurangi hari perawatan di rumah sakit hingga 21,7 %. Weindhandl mengatakan bahwa defisiensi levocarnitine sering dialami pasien-pasien hemodialisis tetapi belum mendapat perhatian dengan baik, walaupun sebenarnya terapi levocarnitine telah tersedia bagi pasien-pasien dialisis untuk hampir satu dekade.

Profesor Simin Goral dari Division of Nephrology, Vanderbilt University Medical Center, Nashville, Tenesse juga mengatakan bahwa pada pasien pasien gagal ginjal tahap akhir kadar carnitine ototnya berkurang, pemberian supplemen levocarnitine akan memberikan keuntungan di dalam mengurangi kram dan kelemahan otot, mengurangi hipotensi intradialisa, meningkatkan cardiac output, mencegah defisit otot dan meningkatkan kapasitas latihan pada pasien pasien yang menjalani hemodialisis. Selain itu dikatakan bahwa suplemen levocarnitine dapat memperbaiki gangguan metabolisme lipid yang sering terganggu pada pasien PGK.

Comments No Comments »